Pengembangan Perumahan dengan Paradigma Aset Bernilai Tambah

Rumah adalah tempat tujuan bagi setiap orang untuk pulang. Rumah bukan hanya sekedar bangunan, tapi ada kehidupan yang membangun suasana di dalamnya, sebab itu lah secara harafiah rumah (home) berbeda dengan bangunan (house). Suasana yang nyaman dan tentram merupakan idaman setiap penghuni rumah. Membangun kenyamanan di dalam rumah tidak hanya diperankan oleh penghuninya saja, tetapi didukung juga oleh lingkungan dan kehidupan sosial yang ada di sekitar rumah berada.

para pengembang perumahan saat ini banyak yang mengusung konsep kenyamanan dalam tempat tinggal. Membangun lingkungan perumahan dengan ruang terbuka hijau dan menyajikan view yang indah telah menjadi trend sejak lama dan begitu diminati oleh pasar. Selain itu aksesbilitas ke pusat-pusat aktivitas bisnis (Central Business District) dan ketersediaan fasilitas umum seperti: tempat perbelanjaan,Prasarana kesehatan, sekolah, Bandara, Tempat rekreasi dan sebagainya juga menjadi daya tarik yang diincar banyak orang, jarak tempuh yang relatif dekat dan waktu tempuh yang singkat menjadi nilai plus tersendiri bagi pasar perumahan.

Para pengembang perumahan berlomba-lomba menawarkan produknya dengan menciptakan lingkungan perumahan yang bersuasana aman dan tentram bagi para penghuninya dengan membuat sistem keamanan yang berstandar tinggi untuk menghindari kemungkinan bahaya keamanan terjadi. Jaminan wilayah perumahan yang bebas dari banjir dan bencana alam lainnya seakan menjadi magnet tersendiri untuk dijadikan pilihan utama bertempat tinggal maupun berinvestasi.

Paradigma Value added of Asset

Aset merupakan sumberdaya bagi seseorang atau entitas yang dimiliki maupun dikuasai dan dapat dikelola untuk menghasilkan profit. Aset bukan hanya diartikan sebagai benda yang dapat dicitrakan oleh panca indera manusia atau sering disebut aset berwujud. Namun ada juga aset yang tidak dapat dicitrakan oleh panca indera manusia tetapi mempunyai nilai yang sangat besar atau istilahnya disebut aset tidak berwujud, misalnya seperti merek dagang, hak paten, goodwill, dan sebagainya. Aset dapat dilihat dari sudut pandang yang lebih luas lagi dengan pengertian berbeda. Namun pada dasarnya aset adalah sesuatu yang penting untuk dimanfaatkan agar setiap orang mampu berkembang, tumbuh, dan bertahan.

Saat ini rumah tinggal entah itu berupa rumah tapak maupun apartemen, dipandang sebagai aset properti yang bernilai tinggi dan cukup menjanjikan untuk berinvestasi. Banyak orang yang sudah terjun ke dunia properti khususnya para developer perumahan yang semakin agresif membangun perumahan-perumahan baru mengingat Backlog di indonesia saat ini masih sangat tinggi, yaitu sekitar 13 juta kebutuhan rumah baru yang belum mampu terpenuhi. Ini merupakan sebuah opportunity besar bagi para pengembang perumahan maupun para investor lainnya yang ingin berkecimpung di dunia properti.

Dalam paradigma pembangunan yang seimbang dan berkelanjutan, aset tidak hanya dipandang sebagai sumber daya yang dieksploitasi untuk menghasilkan return atau profit yang berupa uang semata, namun lebih dari itu aset merupakan sumber daya yang harus dikelola untuk menciptakan value add-ed agar mampu mendatangkan kesejahteraan /Wellfare bagi manusia. Aset-aset tersebut dikategorikan dalam tiga hal, yaitu aset Ekonomi, aset lingkungan, dan aset sosial.

Aset ekonomi merupakan sumberdaya yang sangat potensial untuk dikembangkan mengingat secara makro pertumbuhan ekonomi indonesia cukup progresif meskipun menghadapi berbagai tantangan mulai dari isu kenaikan harga bahan bakar minyak yang diikuti kenaikan suku bunga bank dan inflasi, serta pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar amerika. Namun demikian masih ada prospek yang cerah dimasa yang akan datang, demikian juga dari sektor riil yang terus tumbuh, khusunya subsektor properti di indonesia meskipun mengalami perlambatan namun masih cukup menjanjikan. Aset ekonomi ini dapat dikelola secara maksimal untuk mendapatkan profit khususnya dengan pembangunan perumahan.

Lingkungan hidup merupakan aset penting yang tidak dapat dilepaskan dari pembangunan perumahan atau tempat tinggal. Lingkungan disini lebih bermakna sebagai lingkungan alam sekitar dimana perumahan berlokasi. Pembangunan perumahan yang berwawasan ramah lingkungan merupakan sebuah langkah bijak untuk menjaga kelestarian lingkungan, sehingga lingkungan yang sehat dapat menyediakan udara dan air bersih, serta suasana yang menyenangkan bagi para penghuninya. Pembangunan perumahan juga harus menyesuaikan keadaan lingkungan sekitar, entah itu penyesuaian terhadap teknik pembangunan maupun desain arsitekturnya. Misalkan pembangunan perumahan di lahan gambut yang cenderung berair tentu memerlukan teknik berbeda daripada di lahan kering. Pembangunan tempat tinggal yang berkonsep ramah lingkungan tentunya akan menciptakan value add-ed tersendiri bagi properti.

Pada dasarnya selain makhluk individu manusia juga adalah makhluk sosial, yang membutuhkan satu sama lainnya untuk tumbuh dan bertahan hidup. Manusia tidak dapat dipisahkan dari pergaulan sosialnya setiap hari. Oleh karena itu aset sosial adalah aset penting yang perlu dikelola dengan baik untuk mendapatkan value add-ed bagi para penghuni maupun bagi properti perumahan itu sendiri. Kehidupan sosial masyarakat yang aman dan ramah akan menjadi sebuah aset berharga dalam menciptakan sebuah nilai bagi properti.

Namun demikian, para pengembang perumahan belum melihat aset sosial ini sebagai sebuah modal yang signifikan dalam bisnisnya. Maka banyak pengembang yang hanya membangun rumah, setelah terjual tidak ada follow up apa pun. Selain membangun rumah, para pengembang juga seharusnya berperan dalam meciptakan keamanan, kenyamanan, dan keramahan bagi para penghuninya. Bangsa indonesia memiliki kearifan lokal yaitu budaya kebersamaan dan gotong royong yak kuat, terutama di masyarakat pedesaannya, namun seiring waktu dan bergantinya zaman kearifan lokal tersebut mulai terkikis terutama di kota-kota besar. Para penghuni di kompleks-kompleks perumahan saat ini cenderung bersifat individualis dan tak jarang tak saling kenal dengan para tetangganya, ini merupakan sebuah ironi yang terjadi. Sehingga sering kita saksikan di berbagai media meskipun dengan pengamanan yang ketat masih sering terjadi kejahatan pencurian hingga perampokan yang kadang melibatkan orang-orang dekat di sekitar rumah.

Menguatkan kembali Aset Sosial

profesionalisme dari Sebagian besar para pengembang perumahan dewasa ini sudah mengalami perkembangan yang cukup baik. Harus diapresiasi pengembangan sistem keamanan kompleks perumahan yang banyak ditemui saat ini. Namun selain keamanan, para pengembang perumahan juga seharusnya berperan sebagai inisiator dalam kehidupan interaksi sosial dari para penghuninya untuk menciptakan rasa solidaritas, kebersamaan, dan gotong royong antar sesama penghuni kompleks perumahan. Sehingga nilai-nilai kearifan lokal indonesia tetap terpelihara dengan baik.

Beberapa langkah penguatan aset sosial tersebut dapat diambil diantaranya adalah:

  1. Membuat organisasi pengurusan kompleks

Konsep kepengurusan kompleks perumahan secara tradisional di indonesia dapat diterapkan dan merupakan salah satu kearifan lokal yang sangat baik untuk diaplikasikan dalam pengelolaan kompleks perumahan saat ini, seperti adanya ketua RT maupun ketua RW yang menjadi organisator dalam pertemuan-pertemuan antar anggota penghuni kompleks perumahan hingga fungsi administratif lainnya.

  1. Penyediaan balai pertemuan

Balai pertemuan warga juga merupakan konsep tradisional indonesia, dimana balai pertemuan ini biasanya menjadi tempat berkumpul dan bermusyawarah antar warga. Konsep ini dapat diterapkan juga di kompleks-komples perumahan saat ini.

  1. Mengadakan pertemuan antar penghuni kompleks secara periodik.

Menurut teori kebutuhan Maslow tahun 1956, kebutuhan sosial merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia yang harus dipenuhi, oleh karena para pengembang perumahan hendaknya berperan dalam menyediakan kebutuhan sosial ini. Misalnya dari perwakilan pengembang perumahan secara periodik hadir dan sebagai inisiator dalam pertemuan antar penghuni kompleks untuk berkenalan satu sama lain, saling bertukar ilmu dan pengalaman bahkan mengadakan kegiatan bersama untuk mempererat rasa solidaritas. Karena bagaimana pun juga tetangga adalah orang terdekat yang dapat dimintai bantuan apabila seseorang sedang mengalami kesulitan. Bahkan peluang-peluang bisnis baru dapat diperoleh dari terjalinnya hubungan baik antar penghuni kompleks perumahan. Oleh karena itu rasa solidaritas dan tolong menolong perlu dikembangkan.

  1. Menyediakan After Sales Services

Menjadi pengembang, khususnya pengembang perumahan tidak hanya membutuhkan modal uang yang besar dan jaringan pemasaran yang luas, namun satu modal yang tak kalah penting adalah goodwill atau nama baik. Nama baik ini dapat diperoleh dari tingkat kepercayaan orang lain/klien terhadap produk dan pelayanan yang ditawarkan oleh pengembang. Modal goodwill ini dapat dipupuk dengan memberikan jasa after sales . misalkan dengan memberi garansi servis gratis selama kurun waktu tertentu kepada para pembeli hingga menyediakan jasa perbaikan dan renovasi. Jika perlu sejak awal dalam proses pembangunan properti, berikan update terbaru mengenai perkembangan pembangunan disertakan foto-fotonya agar ada kepercayaan dari klien tentang kinerja dan produk terbaik yang diberikan kepadanya. Apabila pelayanan dan produk terbaik yang diberikan kepada klien, maka kepercayaan aka muncul, dan tanpa disadari pemasaran dari mulut ke mulut pun akan tersebar dengan cepat. Ini akan menjadi reputasi yang baik dan modal berharga untuk pembangunan proyek berikutnya.

Tentunya beberapa alternatif dalam penguatan aset sosial diatas, bukannya tak ada hambatan atau pun tantangan dalam upaya pelaksanaanya, misalkan seperti rasa gengsi yang tinggi dan kesibukan masing-masing dari penghuni kompleks perumahan terutama untuk perumahan mewah akan menjadi sebuah tantangan tesendiri, namun pengembang hendaknya menunjukkan sebuah itikad baik dalam upaya mengembangkan aset sosial tersebut terutama memberikan suritauladan yang baik berupa kejujuran dan dapat dipercaya.

Paradigma value add-ed of asset, dari masing-masing aset yaitu aset ekonomi, aset lingkungan, dan aset sosial dalam pengelolaannya harus dikembangkan secara bersama-sama dengan porsi yang sama. Masing-masing porsi aset harus dibesarkan tanpa mengecilkan porsi aset yang lainnya, misalkan memperbesar porsi aset ekonomi dengan mengorbankan aset lingkungan, tentunya tidak bijak. Sehingga keseimbangan antar ketiga aset tersebut akan optimal dalam menciptakan value add-ed yang bertujuan memberi kesejahteraan baik bagi para penghuni kompleks perumahan maupun bagi pengembang itu sendiri.

Diketik ulang oleh www.heksagonal.com

Author oleh M. Farid Nor Rohman (farid047@gmail.com)

Sumber Tulisan dirangkum dari Diktat Kuliah Magister Ekonomika Pembangunan UGM dan hasil diskusi.

Sumber Gambar www.womanaroundtown.com dan www.lifepalette.com