7 Cara Memiliki Rumah Tinggal Secara Mandiri

Artikel sebelumnya telah membahas mengenai bagaimana menjadi pengusaha melalui properti yang meliputi tanah, rumah, ruko, gedung dan sebagainya dengan cara-cara tertentu seperti flipping atau menjadi perantara/ agen

Pada bagian ini akan dibahas bagaimana jika properti tersebut yang dalam konteks ini adalah hunian kita gunakan sebagai tempat tinggal, dan tidak diperuntukan sebagai instrumen investasi tetapi murni diperuntukan sebagai tempat tinggal.

umumnya orang berkeluarga dan harus punya rumah, karena itu akan sangat bijak bila sedari awal bekerja anda langsung membuat rencana membeli rumah di lokasi yang cocok dengan preferensi masing-masing dekat dengan sanak family, yang disekitarnya banyak fasilitas untuk keluarga, yang mudah di akses dan beragam moda transportasinya, dan sebagainya.

Karena penghasian dan jumlah anggota keluarga masih terbatas (bila sudah menikah) carilah rumah yang mungil seperti tipe 30 atau 36 yang harganya terjangkau. Usahakan memiliki rumah yang kavlingnya masih memungkinkan bagi anda untuk menambah ruang di lahan belakang, seperti rumah tipe 36 diatas kavling 72 meter persegi. Kalaupun tidak bisa juga tidak apa-apa, anda bisa meningkat rumah keatas untuk menambah ruang. Untuk itu cari rumah yang sejak awal strukturnya bisa langsung ditingkat menjadi dua lantai. Bila tidak ada, rancang peningkatan rumah keatas dengan baik agar kebutuhan ruang terpenuhi dan rumah tetap nyaman dan indah.

Karena keterbatasan penghasilan dan juga demi keamanan, beli rumah dengan fasilitas kredit kepemilikan rumah (KPR). “KPR memungkan anda segera membeli rumah hanya dengan DP 10% sampai 30%. Ada bank yang enggan memberikan KPR untuk rumah kecil, ada KPR yang bunganya lebih tinggi daripada rata-rata bunga pasar KPR, ada KPR dengan cicilan tetap selama beberapa tahun setelah itu berfluktuasi mengikuti bunga pasar, ada KPR yang bunganya relatif stabil sehingga cocok untuk karyawan berpenghasilan tetap, dan lain-lain.

Sebaiknya cari rumah dikawasan real estate agar mudah mendapatakan KPR, bank cenderung lebih senang membiayai rumah dikawasan real estate karena lebih jelas patokan harganya dan ada buy back guarantee dari pengembang-pengembang tertentu jika terjadi apa-apa “di luar perumahan elit / real estate harganya cenderung suka-suka nggak ada patokanya” kata Heintje Mogi, Mortgage Product & Business Development Head CIMB Niaga.

Umumnya kaum muda adalah pembeli rumah pertama. Untuk rumah pertama, terlebih tipe 70 meter persegi kebawah, bank biasanya mensyaratkan dp/down payment atau uang muka yang ringan, antara 10%-20%. Berkaitan dengan hal tersebut perkirakan kapan rumah hendak dibeli dan mulailah menabung uang mukanya. Misal rumah tipe 36/72 seharga Rp300 juta saat ini, bila dibeli tiga tahun lagi maka akan menjadi Rp400 juta dengan asumsi harga naik rata-rata 10% pertahun (net). Kalau uang mukanya 20% atau Rp80 juta, ditambah biaya KPR dan lain-lain menjadi Rp90 juta, berarti sejak sekarang anda harus menabung minimal Rp2,5 Juta perbulan. Kalau berat menyisihkan gaji sebesar itu, cari rumah dengan uang muka 10% atau Rp40 Juta ditambah biaya-biaya KPR menjadi Rp50 Juta. Jadi anda cukup menabung Rp1,4 juta perbulan. Hanya saja dengan uang muka yang lebih kecil, anda harus dapat membayar cicilan bulanan lebih besar. Yang manapun pilihanya. Anda harus mulai menabung uang muka.

Lazimnya orang akan memastikan dulu kemampuan mencicil, kemudian baru memilih rumah yang cocok dengan harganya, dan datang ke bank meminta KPR, bukan dibalik, memilih rumah idaman dulu, baru ke bank minta KPR. Pengajuan KPR anda cenderung akan ditolak, ingat patokan bank dalam memberikan KPR adalah kemampuan mencicil anda senial maksimal 1/3 dari penghasilan bersih yang dibawa pulang (take home pay). Kalau gaji bersih anda Rp9 juta, kemampuan mencicil anda dimata bank paling tinggi adalah Rp3 juta perbulan. Dengan daya mencicil itu anda bisa mendapatkan rumah seharga Rp 400 juta bila dibeli dengan KPR 15 tahun, dengan uang muka 30%, bunga 10% pertahun.

Bila gaji tidak mungkin ditingkatkan, ada beberapa cara menaikan kemampuan mencicil yaitu memperbesar uang muka, mengambil tenor KPR yang panjang dan lebih lama, dan mencari KPR dengan bunga yang lebih rendah. Misalnya rumah tipe 33/78 di sebuah perumahan besar di Cileungsi, Bogor-Jawa Barat dijual Rp400 juta/ unit. Bila dibeli dengan uang muka 10% dan bunga 12% pertahun, tenor 15 tahun, cicilanya adalah sekitar Rp4,32 juta perbulan. Kalau dengan uang muka dinaikan menjadi 30%, tenor diulur menjad 20 tahun, dan bunga KPR hanya 10% tentu angsuranya menjadi lebih kecil.

Diketik ulang oleh www.heksagonal.com

Sumber gambar www.dailyconversions.com