PENGENALAN PENILAIAN PROPERTI (part 1)

 

Pengenalan Mengenai Penilaian Properti

Penilaian adalah sebuah penganggaran/estimasi nilai dari sesuatu kepentingan atas sebuah properti/harta untuk sesuatu tujuan tertentu. Ada beberapa keperluan yang menyebabkan penilaian terhadap suatu properti diperlukan. Keadaan ini menyebabkan terdapat lebih dari satu jenis nilai untuk sebuah prperti (tanah dan bangunan) yaitu tergantung dari tujuan dari penilaian tersebut dibuat.

Setiap penilai yang menerima tugas penilaian wajib terlebih dahulu mengerti dan memahami tujuan penilaian. hal ini penting mengingat tujuan yang berbeda, maka memerlukan macam metode penilaian yang berbeda pula. Penliai juga harus mengetahui dan mampu mengidentifikasi problem atau masalah yang akan dipecahkan dengan menggunakan hasil penilaian tersebut.

Dalam setiap tugas dari berbagai macam penialain, seorang penilai haruslah mampu menjelaskan kepada klien secara tepat apa tujuan dari dilakukanya penilaian. berikut adalah berbagai macam alasan client untuk meminta jasa seorang penilai untuk melakukan penilaian.

1. pemilik ingin menjual properti;

2. pemilik ingin mengetahui berapa nilai dari propertinya;

3. pembeli ingin menaksir nilai properti;

4. pemegang saham ingin mengetahui proporsi kepemilikan saham atas aset/properti secara keseluruhan;

5. penlaian aset properti untuk sebuah perusahaan;

6. nilai ganti untuk asuransi;

7. kerugian akibat penggusuran properti oleh pemerintah;

8. pembagian warisan;

9. kredit;

10. pembangunan tanah;

11. Penilaian statuta untuk penentuan PPh, NJOP-PBB, dan NPOP-BPHTB

 

Pengertian Pendekatan Penilaian

pendekaatan penilaian adalah cara-cara yang digunakan untuk melakukan kegiatan penilaian properti. Standar peniliaian indonesia (SPI) mengharuskan agar penilaian berbagai jenis properti, baik dalam mengestimasikan nilaia pasar maupun bukan nilai pasar, mengaplikasikan satu atau lebih pendekatan penilaian.

MAPPI (2007) membagi pendekatan penilaian menjadi tiga pendekatan yaitu:

a. pendekatan perbandingan data pasar (sales comparison approach)

b. pendekatan biaya (cost approach)

c. pendekatan pendapatan (income approach)

Dari ketiga pendekatan penialain tersebut, pedekatan manakah pendekatan yang paling baik? pendekatan perbandingan data pasar lah yang terbaik, tentunya jika terdapat data pembanding yang mencukupi. pendekatan terbaik berikutnya adalah yang sesuai dengan sifat atau karakter (nature) dari properti tersebut. beberapa negara tidak menyebutkan pendekatan penliaian, tetapi metode penilaian (valuation method). Bahkan beberapa negara mengelompokanya menjadi lima metode yaitu:

1. Metode perbandingan data pasar,

2. Metode biaya,

3. Metode pendapatan,

4. Metode keuntungan,

5. Metode baki (sisa/penyisaan)

Sumber: Segala sumber (diolah heksagonal.com)