Sunrise Rumah-Perumahan di Kota beruang Madu Balikpapan.

Kekuatan sumber daya alam balikpapan berimbas pada meningkatnya kebutuhan hunian berkelas untuk tenaga kerja asing. Siap-siap, pertanda sunrise semakin dekat!.


Setelah sekian lama terkonsentrasi pada perkembangan properti di pulau jawa saja, sejak dua tahun terakhir ini para pengembang properti besar mulai melirik pesona kota-kota lain diluar jawa, balikpapan, makassar, manado dan palembang menjadi incaran karena perdagangan dan bisnis disana senantiasa berkembang, bahkan, sejumlah kalangan menilai balikpapan dan manado merupakan dua kota paling potensial dibanding lainya.
Indikasinya mudah dilihat. Ambil contoh manado. pada 2013 Lippo Group menggelontorkan investasi hingga Rp1,8 triliun untuk pembangunan superblok mewah disana. Pengembang besar ini bersaingan dengan investor asing yang juga berinvestasi sebesar Rp1,3 triliun. Pada tahun yang sama, harga properti di manado meingkat pesat dan membawanya menjadi kota kedua dengan harga properti termahal setelah jakarta.

Serupa dengan manado, pertumbuhan properti di Balikpapan juga kian "seksi" dengan meningkatnya permintaan hunian dari kaum ekspatriat. survey yang dilakukan oleh www.heksagonal.com di indonesia, melihat perkembangan properti balikapan menunjukan tren positif. ini terjadi karena okupansi di sana kini didominasi oleh pekerja asing. Maklum, perusahaan-perusahaan tambang dan migas memang banyak memperkerjakan professional mancanegara.
Industri pertambangan yang berkembang pesar terutama sektor gas dan batu-bara, mendatangkan banyak investor asing di kota itu.

Faktor tersebut mendorong beberapa pengembang besar memanfaatkan ceruk ini dengan menyediakan luxury living bagi para ekspatriat. Sebut saja Agung Podomoro yang menghabiskan dana hingga Rp210 miliar untuk pembangunan Plaza Balikpapan pada tahun 2012. ada juga MGM land yang mengeluarkan dana sebesar Rp500 miliar untuk mengakuisisi lahan demi pengembangan CBD (central business district) di Balikpapan.
Nilai properti di Balikpapan diprediksi bakal terus meningkat seiring dengan pembangunan infrastruktur yang dijalankan pemerintah. Masyarakat jakarta juga diprediksi akan mulai meliriknya sebagai kota untuk membenamkan investasi properti. Saat ini Balikpapan tengah bertransformasi menuju kota metropolitan. Kota terbesar setelah samarinda di Kalimantan Timur itu dianggap punya potensi besar menjadi metropolitan baru yang sangat berpengaruh.

Kota seluas 503,3 kilometer persegi ini memang sedang berada di titik awal perkembangan yang diyakini akan booming pada tahun 2018. Tanda-tanda yang menunjukkan hal tersebut terlihat dari hasil survei harga properti residenisial yang belum lama ini dirilis oleh Bank Indonesia. Dalam hasil survei itu, Balikpapan tercatat sebagai wilayah yang mengalami kenaikan harga tertinggi (4,49%) terutama untuk rumah tipe menengah. Tentunya hal tersebut dapat diukur berdasarkan volume transaksi kaum ekspat yang memang mengincar rumah berstandar tinggi, baik dari kualitas maupun harganya.

Keistimewaan Balikpapan lainya sebagai kota berkembang-dibandingkan dengan Samarinda, kota pertama di kalimantan timur- terletak pada model rancangan kotanya. Samarinda yang merupakan ibukota dirancang sebagai pusat pemerintahan, pusat administrasi dan pusat konservasi dengan basis ekonomi pada industri pariwisata. Sementara Balikpapan yang terkonsentrasi pada sumbangan industri pertambanganya diyakini bisa menjadi garapan pemerintah dengan cara mengakomodir kebutuhan para pekerjanya, salah satunya melalui pembangunan properti.
Tidak bisa dipungkiri, kontribusi sektor pertambangan di Balikpapan selama ini cukup besar sehingga mampu membentuk basis ekonomi yang kuat dan ikut menyeret pertumbuhan demand terhadap hunian, shopping centre, entertainment serta properti rite bagi karyawan perusahaan nasional atau multinasional maupun masyarakat di daerah itu sendiri. Di sana sejumlah properti baru bermunculan dengan ragam konsep yang menjanjikan. rata-rata properti yang dikembangkan mengusung konsep superblok seperti Balikpapan Superblock (BSB), Borneo Bay, City Centre Residencen, CBD Balikpapan dan jardin 8 yang digarap oleh AJP Group

Lonjakan investasi yang terjadi di Balikpapan juga terbilang fantastis dan cepat. saat ini harga satu meter persegi apartemen mencapai Rp18 juta. Infrastruktur yang dibangun guna menunjang aktifitas masyarakat-antara lain pusat kegiatan ekonomi, kawasan industri kariangau (KIK), pelabuhan laut dan Bandara internasioanal Sepinggan Baru dengan kapasitas 10 juta penumpang pertahun-menjadi salah satu pemicu kenaikan itu.

Kota beruang madu ini sekarang kian semarak dan memikat bagi para investor. Predikat kawasan sunrise memang pantas disandangnya. Demografi inflow besar yang menjadi syarat untuk kawasan sunrise, terdapat disana. Maka wajar saja bila walikota Balikpapan Rizal Effendi mengatakan bahwa sektor properti berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi Balikpapan yang mencapai 9,03% pada tahun 2013. Jadi, bersiaplah menyambut matahari terbit!.